Sebetulnya saya iri dengan yard sale atau flea market di luar negeri. Di situ kita betul-betul bisa membeli barang-barang tak terpakai oleh orang lain dengan harga murah dan menggunakannya untuk rumah kita. Beberapa kali saya datang ke garage sale di Jakarta, tapi harus pulang dengan kecewa karena ternyata bazaar aja gitu. Barang-barang baru pula. Huh. Tempat jual barang antik terkenal di Jakarta, Jalan Surabaya meskipun lumayan, tapi tetap harus hati-hati. Biasa saja penjualnya sok-sokan bilang itu barang antik Eropa dari tahun 1957, taunya dicek bawahnya ada tulisan Made in China tahun 80-an. Mending beli yang Made in Indonesia dong ah. Harganya juga harus ngotot nawarnya, kalau tidak kita bisa bayar lebih mahal dari nilainya. Banyak yang bilang flea market di Yogyakarta sih lebih menarik. Saya ada rencana ke Yogyakarta tahun ini sama suami dan ingin bener-bener berburu barang antik yang lucu-lucu di sana. Nanti akan saya posting di sini.
Beberapa tahun yang lalu saya pernah ke London dan menyaksikan betapa yard sale dan flea market di sana betul-betul bikin ngiler. Sayangnya waktu itu saya lagi bokek dan biaya pengiriman perabot besar dari sana ke Indonesia bisa lebih mahal dari harga perabotannya sendiri! Lagian waktu itu saya belum punya rumah sendiri, jadi keinginan beli perabotan tidak sebesar sekarang (bingung juga dimana nyimpennya).
Salah satu flea market yang pernah saya datangi di London adalah Camden Markets, yang jaraknya sekitar 1 mil dari stasiun kereta Chalk Farm. Pasar utamanya terletak di Regent's Canal. Dari buku-buku lama alat-alat musik, kerajinan tangan, baju bekas, perhiasan semuanya bisa didapat dengan harga murah di sini. Tiap akhir minggu ada sekitar 100.000 tukang belanja yang datang ke sini, bayangin ramenya kayak apa!
Ada lagi yang namanya Covent Garden Market. Ini juga terkenal sekali di Inggris. Di sini juga banyak sekali barang lucu-lucu dan antik (my favorite!) dari keramik, barang-barang dari kulit, aneka macam gelas. mainan, baju, topi dsb. Kalau pengemar barang antik seperti saya mendingan datang hari Senin, karena di hari ini paling banyak jualan barang-barang antik yang menarik sekali untuk dikoleksi. Mabok lah pokoknya kalau liat. Pokoknya jangan ke sana pas lagi duit tiris (seperti saya waktu itu) karena jadinya sediiiih banget. Huhuhuhu..

Untuk penggemar barang antik atau retro, perlu juga cek yang namanya Jubilee Market. Ini juga menarik untuk didatangi apalagi kalau hari Senin, karena banyak barang antiknya. Ada lagi Berwick Street Market, nah kalo di sini pas untuk penggemar musik, karena banyak dijual plat hitam jadul, buku-buku lama, dan majalah. Jangan kaget, disini juga ramai jualan film-film (maaf) porno karena lokasinya yang dekat dengan deretan strip club. Satu lagi yang penting untuk penggemar barang antik yaitu Portobello Market di dekat Notting Hill. Ini juga magnet buat para kolektor barang antik. Tapi harus hati-hati belanja di sini karena banyak barang baru tapi sok-sokan dibilang antik (mirip dengan jalan Surabaya ya). Bilangnya biola antik warisan keluarga Itali, taunya tembakan dari pawn shop aja gitu, jadi bener-bener harus hati-hati dan mengerti barang antik.

Nah, kalo yard sale pastinya diadakannya nggak tentu ya, kalo ada yang pindahan rumah ya biasanya bikin yard sale. Sayangnya pas saya lagi ke sana beberapa yard sale yang saya datangi barangnya jelek-jelek. Pulanglah diriku dengan kecewa.
Anyway, sebetulnya di Jakarta banyak juga sih bursa barang antik, bekas, dan murah. Seperti di Kwitang, Pasar baru, Poncol dsb. Saya akan hunting fotonya dulu dan saya akan posting disini ya. Soal garage sale, meskipun banyak yang ngaku garage sale taunya bazaar, ada beberapa yang lumayan sih. Salah satunya yang diadakan oleh JakGarageSale. Katanya sih awal Mei akan ada lagi. Follow aja twiternya: @ . Let's check it out!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar